Minggu, 15 November 2020

KUNJUNGAN DELEGASI

SMP Muhammadiyah Program Khusus Gantiwarno Kabupaten Klaten hari Sabtu, 3 Oktober 2020 berkunjung ke SMP Muhammadiyah 2 Kebumen. Sebanyak 13 utusan yang berasal dari unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gantiwarno beserta Kepala Sekolah dan dewan guru hadir dalam anjangsana. Kedatangan mereka tak lain untuk studi banding program sekolah yang ada di SMP Muhammadiyah 2 Kebumen. Kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh rasa kekeluargaan. Protokol Covid 19 tetap dilaksanakan dengan baik mulai dari pengukuran suhu, cuci tangan sampai dengan penggunaan face shield, masker dan tentunya sosial distancing. Alhamdulillah berjalan lancar, semoga sekolah Muhammadiyah makin maju dengan semangat taawun.



Hebat Siswa SMP Muhammadiyah 2 Kebumen, Kecil Kecil Jago Nulis Buku


KEBUMEN, Kebumen24.com- Dalam rangka Milad SMP Muhamadiyah 2 Kebumen Ke 44 Tahun 2020, berbagai kegiatan digelar. Salah satunya yaitu kegiatan whorkshop penulisan buku yang diikuti oleh tiga puluh siswa dan para guru dengan tema Smart Writing atau pintar menulis.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari Sabtu dan Minggu 25-26 januari 2020 itu, diharapkan nantinya dapat meningkatkan kemampuan literasi para siswa dan guru dalam hal berbahasa, berbicara, menyimak dan menulis. Adapun untuk hasil karya tulisan tersebut, nantinya akan dikompilasikan menjadi sebuah buku dan akan diterbitkan secara nasional yang memiliki ISBN International Standar Book Number.


Kepala Sekolah SMP Muhamadiyah 2 Kebumen Imam Romzan, mengatakan salah satu kegiatan yang baru pertama ini bertujuan untuk melatih mereka belajar menulis yang hubungannya dengan litrasi siswa. Dengan kegiatan itu diharapklan para siswa nantinya bisa memiliki karya sendiri dalam penulisan buku, dan bermanfaat bagi masyarakat.

 “Ini juga bagian untuk nmendukung program pemerintah yaitu literasi dan untuk para siswa nantinya diharapkan mampu menulis buku dan dapat menghasilkan karya terbaik mereka sehingga mereka bangga menjadi siswa SMP Muhamadiyah 2 Kebumen,”ujarnya.


Rencanya, dari hasil karya karya yang sudah dibuat oleh para siswa di workshop penulisan buku ini akan disusun menjadi sebuah buku dengan judul To Be a Great Generation atau menuju generasi hebat menyongsong era industry 4.0.

‘’Semoga ini bisa menjadi bekal mereka. dan setelah lulus dari SMP Muhammadiyah 2 kebumen para siswa bisa lebih berguna bagi dirinya dan masyarakat, dan bisa menambah wawasan mereka untuk ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi,”pungkasnya.


Sementara itu, Muhamad zaini selaku  Trainer Workshop Smart Writing mengatakan Menulis bukan suatu hal yang mudah karena itu berkaitan dengan menata pikiran menata ide. Untuk itu, para siswa sebelumnya juga telah dilatih setiap hari disekolah, mulai dari cara mengembangkan ide, hingga menjadi tulisan yang layak untuk dibaca.

”Pertama mereka kita ajari untuk membuat sebuah kerangka tulisan yang susah dipahami oleh mereka dari chapters ke chapter dari chapters kemudian menjadi subyekter lalu kemudian mereka menulis dan saya target masing masing anak minimal seribu kata. Dan Alhamdulillah tercapai bahkan ada yang 1600 dan ada yang mendekati 2000 kata dan semua tulisan itu nantinya akan dikompilasi menjadi suatu buku,” ucapnya. (K24/IMAM)

Peringatan Hari Literasi Berlangsung Semarak



KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Sebanyak 480 siswa SMP Muhammadiyah 2 (Spemuda) Kebumen memperingati Hari Literasi Internasional 8 September 2019. Kegiatan diselenggarakan dengan serangkaian kegiatan di sekolah yang berslogan disiplin, islami dan kompetitif tersebut.



Peringatan dimulai dengan upacara bendera. Setelah itu membaca secara serentak selama 30 menit di lapangan. Acara dilanjutkan dengan pentas seni, membaca puisi, pantun, cerpen, drama. Selain itu juga lomba menghias pojok baca di setiap kelas.

Ketua Panitia Pelaksana Siti Robingatun Hasanah menyampaikan kegiatan sengaja dilaksanakan sebagai wujud kepedulian sekolah. Ini untuk membentuk pelajar yang mempunyai kemampuan daya baca dan membiasakan diri gemar membaca.

Menurutnya, membaca itu sama dengan mengubah pola pikir sempit menjadi luas.  Usia pelajar sangat membutuhkan wawasan luas yang nantinya akan menjadi kunci menghasilkan gagasan-gagasan besar. Ini mengenai apa yang akan dikerjakan di masa depan.


“Apalagi di era serba digital seperti sekarang banyak siswa yang hanyut dalam bermain handphone. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam bermain handphone akan tetapi sangatlah sedikit yang mempunyai kebiasaan meluangkan waktu 30 menit dalam sehari untuk membaca buku.  Itu artinya literasi pada tingkat pelajar masih sangatlah rendah,” tuturnya, yang juga sebagai Kepala Perpustakaan yang pernah menjadi juara 1 lomba perpustakaan tingkat kabupaten Kebumen itu.


 Rendahnya literasi pada siswa, lanjutnya, juga dibuktikan dengan jumlah kunjungan siswa ke perpustakaan yang rendah untuk sekedar meluangkan waktu membaca dan meminjam buku. Menurutnya, minat baca masyarakat Indonesia juga tergolong masih sangat rendah.


 “Mengutip Unesco pada tahun 2012 melaporkan indeks baca warga Indonesia baru mencapai angka 0,001. Artinya dalam setiap 1.000 orang Indonesia, hanya ada satu orang yang memiliki minat baca,” ujarnya yang akrab disapa Aan itu.


 Keinginan untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa di sekolah, ternyata tidak mudah diwujudkan. Ini merupakan fakta bahwa budaya membaca itu memang belum juga ada.


 Kepala SMP Muhammadiyah 2 Kebumen Imam Romzan Fauzi menyampaikan minat baca siswa begitu rendah salah satunya sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat siswa harus lebih banyak membaca buku. Selain itu juga banyaknya hiburan TV dan permainan berbasis digital yang mempengaruhi siswa menjauhi buku. Harapanya untuk kegiatan ini adalah minat baca siswa di SMP Muhammadiyah 2 Kebumen jauh lebih baik.


 “Bagaimana bangsa kita bisa cerdas jika setiap pelajarnya enggan membaca. Padahal tinggi rendahnya minat baca suatu bangsa sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Sedangkan kualitas sumber daya manusia sangat menentukan perkembangan suatu bangsa,” katanya.


 Imam berharap siswa SMP Muhammadiyah 2 Kebumen dapat menjadikan buku sebagai teman terbaik dalam hidupnya. Sebab buku dan membaca adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, dengan membaca membuka cakrawala dunia. “ Dengan membaca kita melawan kedangkalan pikiran. Dengan membaca kita menolak untuk sekedar hanyut pada pendapat kebanyakan orang. Dengan membaca kita berpikir kritis dan terhindar dari informasi hoaks,” ucapnya. (mam)


Selamat Datang Perpustakaan Andalusia SPEMUDA Kebumen



PROFIL ANDALUSIA SPEMUDA